Fungsi Biro Iklan Beserta Alur Kerja Advertising Agency

Dalam kitab Etika Pariwara Indonesia (EPI), biro iklan advertising agency jakarta diambil kesimpulan sebagai suatu organisasi bisnis yang mempunyai keahlian untuk merancang, mengkoordinasi, mengelola, dan atau memajukan merek, pesan, dan atau komunikasi pemasaran untuk dan atas nama pengiklan dengan mendapatkan imbalan atas layanannya tersebut. Dengan demikian, perusahaan periklanan adalah juga kategori perusahaan jasa. Bisnis periklanan di Indonesia juga tidak benar satu bisnis yang berkembang memadai pesat. Jumlah anggota

Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) dari tahun ke tahun menunjukan kenaikan (total per akhir 2005 terdaftar 412 perusahaan periklanan di semua Indonesia dengan nyaris 50%-nya berada di DKI Jakarta).

Media massa baru juga jadi bermunculan, baik itu stasiun TV maupun tempat cetak. Semakin banyak pula perguruan tinggi yang terhubung jurusan periklanan, komunikasi, disain grafis dan sejenisnya selain kursus-kursus singkat mengenai beragam keahlian di dalam bekerja di perusahaan periklanan.Berkarir di biro iklan bagi lebih dari satu orang diakui menarik karena biro iklan diakui tempat kerja yang kreatif, dinamis dan berjiwa muda. Walaupun demikian, tak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya bekerja di biro iklan juga mempunyai tingkat stress kerja yang memadai tinggi.

Didalam perusahaan periklanan, terdapat lebih dari satu jenis pekerjaan yang merupakan fungsi dasar dari profesi periklanan, yaitu:

 

 

Rekomendasi distributor pulsa : Daftar hiliK KOMUNIKA

 

 

 Account Service / Account Management

Bidang pekerjaan yang menangani urusan pemasaran jasa periklanan (dari perusahaan periklanan tersebut). Tugas utama bidang ini adalah melacak klien baru (perusahaan / pengiklan yang berkenan gunakan jasa periklanan) dengan mengajukan penawaran atau ikut di dalam tender/pitching pekerjaan periklanan.

 

 Bidang Kreatif

Bidang pekerjaan yang menangani pembuatan rancangan / desain kreatif, di dalam bentuk visual (gambar/foto) serta naskah (teks) iklan. Bidang ini juga bertanggung jawab di dalam mengimbuhkan wejangan / pengarahan terhadap pas ide kreatif yang diciptakannya dapat diwujudkan / direalisasikan menjadi materi iklan.Bidang ini disebut juga sebagai “Bina Cipta”

dan pekerjaannya dikenal sebagai copy writer (penulis naskah iklan) dan Visualizer (pembuat gambar / visual iklan.

 

 Bidang Media

Bidang pekerjaan ini bertanggung jawab di dalam pemilihan tempat periklanan yang dapat dipilih / digunakan untuk memberikan pesan iklan, menjadwalkan pemunculan / pemuatan iklan terhadap tempat yang dipilih, serta menghitung biaya yang diperlukan untuk gunakan tempat tersebut. Bidang ini juga bertanggung jawab untuk mengurus pemasangan iklan terhadap tempat periklanan yang udah dipilih / ditentukan.Orang yang menangani pekerjaan di bidang tempat disebut sebagai Media Planner Perencana Media dan Media Buyer (Pembeli Media).  Bidang Produksi / Eksekusi Iklan

Bidang pekerjaan yang bertugas untuk merealisasikan ide kreatif ke di dalam bentuk materi iklan. Bidang ini menangani pembuatan gambar, foto, merekam/membuat iklan radio, jalankan shooting/pembuatan film iklan untuk TV atau bioskop serta membuat iklan Billboard. Bidang produksi mengerjakan materi iklan berdasarkan gagasan/rancangan yang dibikin oleh Bidang Kreatif.

 

 Riset Pemasaran

Bidang ini bertanggung jawab untuk melacak Info mengenai kondisi pasar, persaingan, selera konsumen, tanggapan terhadap iklan yang udah ditayangkan, dsb, lewat penelitian terhadap penduduk / konsumen. Hasil temuan penelitian dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan di dalam rencana program promosi/periklanan.

 

 Konsultan Pemasaran

Bidang ini mengimbuhkan jasa konsultasi / nasehat di dalam bidang pemasaran, yakni mengenai bagaimana merancang produk, menentukan harga, mendesain kemasan, menentukan wilayah distribusi, langkah hadapi persaingan, dsb.

Struktur Organisasi Biro Iklan

*note : anggota kiri terhadap bawah direksi merupakan anggota operasional, dan terhadap anggota kanan merupakan anggota non operasional

 

 Departemen Layanan Klien (Client Service Departement)

Dalam bahasa Inggris disebut juga Account Service Departement. Di dalamnya terdapat Account Executive, Account Supervisor, Account Director berada. Ada juga perusahaan yang gunakan makna account manager yang fungsinya (dilihat dari makna katanya) mestinya lebih berupa administratif dari terhadap operasional.

 

 Departemen Kreatif (Creative Departement)

Departemen ini dipimpin oleh creative director. Departemen kreatif sering disebut sebagai “dapurnya” periklanan.

Di dalamnya terdapat Copywritter (keahlian menulis), Art Director (keahlian menggambar atau merancang tata letak atau layout iklan). Art Director wajib mempunyai pengetahuan atau berlatar belakang pendidikan rancang grafis (Graphic Design). Profesi dengan keahlian menggambar ini sering disebut Visualizer.

 Departemen Media (Media Departement)

Inilah departemen yang mengevaluasi, berencana dan menentukan di tempat apa, kapan, dan berapa sering pesan iklan itu wajib dimuat atau dipasang untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Di departemen ini terdapat Media Planner, Media Buyer, dan Media Director atau Media Manager. Mereka bersama-sama Account Director dan Creative Director merancang dan menentukan tempat strategy.

Departemen tempat ini sebenarnya merupakan profit center bagi biro iklan, supaya tersedia biro iklan yang menjadikan departemen ini sebagai badan bisnis yang terpisah dan berdiri sendiri.

 

 Departemen keuangan (Finance department)

Bagian ini menyesuaikan lantas lintas pekerjaan dari Client Service Departement ke Creative

Departement. Di samping itu, Traffic dengan Creative Director wajib bisa membagi beban pekerjaan secara merata kepada tiap-tiap petugas di Creative Departement.

 

 Departemen Recearch dan Monitoring

Tidak banyak biro iklan di Indonesia yang mempunyai departemen ini. Biasanya mereka meminta perlindungan pihak ketiga untuk jalankan riset dan monitoring bagi upaya kampanye

periklanannya. Ini bisa dipahami karena biaya untuk pekerjaan riset dan pemantauan (monitoring) ini tergolong mahal dan proses kerjanya gunakan metodologi yang melibatkan sumber daya manusia yang terlatih secara khusus.

 

 Departemen Produksi (Production Departement)

Bagian produksi tersedia kalanya berada di bawah Departemen keuangan (Finance Departement). Tugasnya tentu saja sebagai kepanjangan tangan dari Departemen Kreatif.

Ruang Lingkup Pekerjaan yang ditangani Biro Iklan Besar

 

 Analisa Industri

Sejauh mana prospek industri klien di dalam pasar internasional. Pasar mana yang lebih

memberikan peluang, domestik ataukah ekspor. Apakah industri ini udah mendapat perhatian dari pmerintah sebagai penunjang ekonomi nasional atau belum

 

 Analisa Produk dan Konsumen

 Analisa Pasar

Melihat peluang pasar, mengidntifikasi pesaing, untuk menentukan langkah promosi dan periklanan

 

 Analisa Sasaran Konsumen.

Mengetahui persepsi costumer terhadap produk dan pola mengkonsumsi yang berlaku

 Tujuan dan Strategi Pemasaran

Biasanya ditunaikan oleh biro iklan

 Penetapan tujuan periklanan

 Membina kesadaran costumer terhadap produk baru

 Meningkatkan pangsa pasar

 Mengimbangi kompetisi dengan meningkatkan kesetiaan terhadap merek lewat beragam promosi

 Strategi Kreatif

 

Bertugas jalankan langkah kreatif, yakni menjabarkan tujuan periklanan untuk diterjemahkan menjadi pesan perdagangan. Hasil langkah kreatif ini dapat muncul di dalam bentuk materi iklan yang siap dipublikasikan.

 

 Strategi Media

Biro iklan bertugas menentukan tempat publikasi sesuai dengan tujuan periklanan dan materi iklan yang disiapkan

Ada lebih dari satu fungsi di biro iklan yang bisa menjadi pilihan berkarir, yakni :

 

 Bina Usaha (Account Management)

Secara singkat, departemen ini berguna sebagai ‘jembatan’ pada klien-klien suatu biro iklan dengan departemen-departemen lainnya di biro iklan tersebut.

 

 Perencanaan Strategis (Strategic Planning)

Departemen ini berguna untuk menopang departemen Bina Usaha dan Kreatif di dalam mendapatkan ide-ide dasar pemecahan persoalan komunikasi pemasaran dari klien biro iklan.

 

 Kreatif

Departemen ini berguna sebagai ‘dapur’ dari suatu biro iklan. Di departemen inilah permasalahan komunikasi pemasaran klien dicoba dipecahkan. Tim kreatif mendapatkan masukan dari para Perencana Strategis. Kualitas dari taklimat yang diperoleh dari Perencana Strategis inilah yang dapat menentukan titik awal kualitas keluaran dari suatu tim kreatif

 Penulisan kopi dan skrip iklan

 Penyajian artistik

 Produksi komersial tv.

 Terdiri dari:

 Visualiser

 Layout-man

 Typegrapher

 Media

 

Departemen ini bertanggung-jawab di dalam mengimbuhkan solusi kepada klein mengenai dengan pengaturan anggaran/biaya pemasangan iklan klien di tempat massa. Dalam Departemen ini umumnya terdapat lebih dari satu sub-fungsi yaitu: Perencanaan Media (Media Planning), Negosiasi Media (Media Negotiation), dan Pelaksanaan Media (Media Implemention atau Media Buyer). Tugas utama dari seorang Perencana Media (Media Planner) adalah untuk menegaskan bahwa anggaran/biaya pemasangan iklan suatu klien/produk dapat raih suatu tingkat efektifitas dan efisiensi yang tinggi.

 

Contoh – contoh iklan:

 Ciri-ciri iklan informatif :

 Bertujuan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan

 Menginformasikan perubahan harga dan kemasan produk.

 Menjelaskan langkah kerja produk.

 Mengurangi kegelisahan konsumen.

 Mengoreksi produk.

 Ciri-ciri iklan persuasif:

 Bertujuan untuk menciptakan kesukaan, preferensi dan keyakinan supaya costumer berkenan belanja dan gunakan barang dan jasa.

 Mempersuasif khalayak untuk menentukan merek tertentu.

 Menganjurkan untuk membeli.

 Mengubah persepsi konsumen.

 Membujuk untuk belanja sekarang.

 Ciri-ciri iklan reminder :

 Mengingatkan bahwa suatu produk mempunyai mungkin dapat terlalu diperlukan di dalam pas dekat.

 Mengingatkan costumer dimana belanja produk tersebut.

 Menjaga kesadaran dapat produk (consumer’s state of mind).

 Menjalin jalinan baik dengan konsumen

Beberapa kualifikasi yang dapat menopang keberhasilan seseorang di dalam memulai karirnya di dalam fungsi ini adalah:

 

 Menguasai pengetahuan statistik (pengolahan knowledge dan analisa knowledge kuantitatif)

 Mempunyai wawasan yang luas, lebih-lebih mengenai kondisi tempat massa

 Kemampuan bekerja di dalam tim

 Kemampuan jalankan presentasi (khususnya bagi Perencana Media)

 Kemampuan bernegosiasi (khususnya bagi Negosiasi Media)

 Kemampuan bekerja dengan detil/teliti tapi selamanya dengan kecepatan kerja yang tinggi

 Kemampuan mengambil ketentuan di dalam pas yang singkat (khususnya bagi Pelaksana

Media)

Ke empat departemen di atas boleh dikatakan sebagai empat pilar utama di dalam suatu biro iklan. Dalam perkembangannya pas ini, suatu biro iklan pas ini bisa saja tidak mempunyai ke empat pilar tersebut. Selain mungkin digabungkannya fungsi Bina Usaha dengan

Perencanaan Strategis, terhadap pas ini jadi banyak biro iklan yang membiarkan departemen medianya dan menyerahkan bisnis pemasangan iklannya lewat suatu biro iklan tempat (media agency). Biro iklan yang jalankan hal ini akibatnya hanya berguna sebagai biro iklan kreatif (creative agency atau sering pula disebut sebagai merek agency). Bila Anda mendambakan mengirimkan lamaran ke suatu biro iklan, pastikan bahwa posisi yang Anda incar sebenarnya tersedia pada

perusahaan tersebut. Selain ke empat pilar di atas, tersedia lebih dari satu departemen lainnya yang mempunyai fungsi yang menopang keberhasilan ke empat departemen tersebut. Berikut ini uraian singkat dari lebih dari satu departemen penunjang tersebut:

 

 Studio Kreatif

Departemen ini bertanggung-jawab untuk merubah ide-ide yang ditemukan oleh tim kreatif (Pengarah Seni ataupun Penulis Naskah) kedalam bentuk yang bisa lebih “mudah” dilihat dan dipahami oleh orang kebanyakan.

Sederhananya: tugas mereka adalah memvisualisasikan ide-ide yang awalnya hanya berupa “dalam angan-angan” atau baru berupa coretan-coretan

sederhana. Jadi, kecuali materi iklan itu hanya berupa audio (suara), maka untuk materi-materi lainnya, peran studio ini dapat dibutuhkan.

Staf Studio yang gunakan kemampuan tangannya (secara manual) dalam

memvisualisasikan suatu ide disebut Visualizer. Individu ini wajib mempunyai keahlian menggambar yang tinggi di dalam beragam jenis sesuai dengan keperluan dari tim kreatifnya. Selain secara manual, visualiasi ide berikut juga bisa ditunaikan dengan perlindungan peralatan komputer dan perangkat lunak. Individu yang bisa jalankan hal ini disebut sebagai Graphic Designer. Seorang Graphic Designer wajib bisa menangkap ide-ide yang

disampaikan tim kreatifnya dan gunakan segala kemampuannya dan penguasaannya atas perangkat komputer dan perangkat lunaknya untuk menghasilkan karya grafis yang diharapkan oleh tim kreatifnya.

Untuk materi-materi yang dapat butuh proses lebih lanjut seperti iklan televisi, maka hasil akhir dari departemen ini adalah gambar-gambar visual yang dapat digunakan sebagai patokan/bimbingan bagi penuntasan proses setelah itu oleh rumah produksi iklan televisi (dikenal dengan makna story-board).Seorang staf Studio Kreatif juga diharapkan mempunyai pengetahuan mengenai pengaruh/psikologi warna, komposisi disain, jenis-jenis huruf (font), efek cahaya, jenis-jenis tempat iklan (jenis-jenis kertas, plastik dan bahan-bahan lainnya yang bisa menjadi tempat iklan) dan di dalam lebih dari satu penugasan diperlukan pula keahlian di dalam mengerti bentuk secara 3 dimensi.

Satu catatan kecil yang Penulis mendambakan sampaikan di sini bahwa tetap sering berjalan kesalah-pahaman di pada pelamar pekerjaan ke biro iklan yang mencampur-adukan pemahaman pada fungsi Pengarah Seni (Art Director) dengan Graphic Designer. Satu hal yang

membedakan secara nyata ke dua fungsi ini adalah bahwa seorang Pengarah Seni tidaklah dituntut kemampuannya di dalam menggambar secara manual ataupun di dalam penguasaan perangkat lunak yang mengenai dengan disain grafis. Seorang Pengarah Seni dituntut untuk lebih memfokuskan daya pikirnya di dalam penciptaan ide-ide yang orisinil dan kreatif.

 

 Produksi Cetak dan Audio Visual

Departemen ini bertanggung-jawab untuk meneruskan proses kerja yang ditunaikan di departemen Studi Kreatif sampai suatu materi iklan terlalu siap ditayangkan. Produksi Cetak bertanggung-jawab untuk bekerja serupa dengan percetakan supaya menghasilkan materi-materi iklan cetak. Sedangkan Produksi Audio Visual dapat bekerja serupa dengan rumah produksi iklan TV maupun rumah produksi radio untuk menghasilkan iklan-iklan TV atau radio.
Kunci keberhasilan dari departemen ini bisa diukur dari lebih dari satu syarat-syarat berikut:

 Kualitas yang tingg

 Harga/biaya yang kompetitif

 Waktu penyelesaian yang pas waktu

Untuk menopang keberhasilannya, seorang Produser Cetak wajib menguasai dengan baik teliti proses cetak (seperti jenis kertas, jenis mesin cetak, pencampuran tinta warna dan lain-lain). Sedangkan Produser Audio Visual wajib menguasai proses kerja di dalam suatu rumah produksi, mengerti fungsi alat-alat/teknologi yang digunakan rumah produksi serta mempunyai wawasan yang luas supaya bisa menentukan sutradara film iklan yang sesuai dengan yang diharapkan oleh tim kreatif.

 Pencarian Model (Casting/Talent Department)

Departemen ini berguna untuk menopang tim kreatif dan tim Produksi Cetak dan Audio Visual di dalam menyediakan alternatif jenis iklan yang sesuai dengan ide tim kreatif. Model ini di dalam pengertian yang seluas-luasnya, di dalam arti, bisa saja jenis itu adalah sebagai seorang individu secara lengkap, bisa pula hanya jenis untuk suatu anggota tubuh spesifik (model rambut, jenis tangan, jenis kaki dan lain-lain), juga juga jenis suara.

Seorang pencari jenis yang handal dapat bisa menerjemahkan ide-ide kreatif dari tim kreatif dan mengimbuhkan saran-saran profesionalnya di dalam melacak jenis iklan yang sesuai. Ia juga wajib mempunyai wawasan yang luas dan mata yang ‘tajam’ di dalam mendapatkan jenis iklan yang cocok. Tidaklah selamanya suatu jenis hanya dilihat dari kondisi fisiknya saja karena karakter dan gaya/perilaku seseorang juga bisa merubah apakah ia dapat sesuai ataukah tidak menjadi jenis suatu iklan. Pencari jenis juga wajib dibekali dengan kemampuan

membujuk seseorang supaya berkenan menjadi jenis iklan.

 Manajemen Proyek (Project Management)

Departemen ini berguna sebagai ‘pengawas’ (controller) atas berlangsungnya suatu proses kerja perusahaan periklanan.

Keberhasilan departemen ini dapat ditentukan oleh kriteria-kriteria berikut:

 Pekerjaan yang pas pas (on-time)

 Anggaran/biaya yang tidak melebihi rancangan awal (on-budget)

 Kualitas yang tepat/sesuai dengan pesanan (on-quality)

Untuk bisa jalankan fungsinya dengan profesional, seorang staf Manajemen Proyek wajib mengerti dengan terlalu baik semua proses kerja di perusahaan periklanan. Ia juga wajib mengerti jumlah dan kualitas semua tenaga kerja yang tersedia dan bisa menyesuaikan dengan baik jatah pas kerja serta beban kerja mereka. Mereka juga wajib bisa bekerja di dalam tekanan yang tinggi, mengambil ketentuan di saat-saat yang genting dan selamanya siap dengan alternatif pemecahan masalah, juga kalau suatu pekerjaan terpaksa wajib diselesaikan oleh pihak-pihak di luar perusahaan (out-sourcing).

 Departemen Lini Bawah (Below-The-Line Department)

Departemen ini dapat terlalu beragam dari satu biro iklan ke biro iklan lainnya. Hal ini didorong oleh jadi derasnya keperluan dapat promosi yang berupa “lini bawah”. Promosi “lini atas” umumnya dikaitkan dengan promosi lewat media-media yang konvensional; seperti tempat cetak (koran, majalah, tabloid, billboard dan lain sebagainya), tempat audio (radio), dan tempat audio visual (televisi, bioskop). Pengembangan lebih teliti dari fungsi ini dapat bergantung dari orientasi bisnis suatu perusahaan periklanan. Pengertian mengenai promosi ’lini bawah’ inipun pas ini konsisten berkembang dengan pesat dan jadi luas areanya.