Inilah 5 Wasit Paling Kontroversial Dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Wasit ialah figur yang mengendalikan jalannya laga sepak bola. Tugas wasit adalah memimpin jalannya pertandingan dengan seadil-adilnya. Tetapi bagaimana jadi laga bila yang pimpin ialah wasit polemis? Di sejauh riwayat sepak bola kekinian, ada beberapa wasit yang tidak bisa jalankan pekerjaannya secara baik di atas lapangan.

Dan berikut 5 wasit polemis yang menghancurkan laga dengan kepimpinan mereka yang buruk sekali.

Antonio Mateu Lahoz

Antonio Mateu Lahoz

Pemilihan Antonio Mateu Lahoz sebagai wasit laga sah untuk putaran kedua laga perempat final Liga Champions di antara Manchester City menantang Liverpool pada 2018 sudah pasti membuat Pep Guardiola cemas.

Sesudah kepimpinan jelek Lahoz dalam kekalahan Manchester City pada tangan AS Monaco pada musim awalnya, Guardiola terang tidak suka dengan wasit itu. Dan rupanya manager asal Catalan itu memanglah tidak salah.

Di laga Manchester City menantang Liverpool, Lahoz memberinya enam kartu kuning untuk pelanggaran yang tidak patut sama sekalipun. Ia selanjutnya membuat Guardiola geram besar secara salah meremehkan gol Leroy Sane karena menurut dia offside.

Guardiola pasti tidak ingin diam demikian saja. Dia menggempur ke lapangan untuk protes keputusan Lahoz. Tetapi, wasit asal Spanyol itu benar-benar optimis dengan ketetapannya yang jelek, dan selekasnya menyingkirkan Guardiola dari lapangan. The Citizens selanjutnya kalah 2-1 dan tersisih dari Liga Champions.

Valentin Ivanov

Valentin Ivanov ialah wasit polemis dan ‘gila’ yang dikenang karena melangsungkan acara pesta kartu kuning dan merah di laga yang dia memimpin. Piala Dunia FIFA 2006 ialah kompetisi internasional besar paling akhir Ivanov, karena dia capai umur pensiun 45 tahun untuk wasit FIFA pada 4 Juli.

Dalam laga Portugal dan Belanda, Ivanov keluarkan 16 kartu kuning dan empat kartu merah. Costinha dan Deco sebagai pemain Portugal yang memperoleh kartu merah. Sedang dari faksi Belanda, Khalid Boulahrouz dan Giovanni van Bronckhorst yang ditendang dari lapangan.

Byron Moreno

Piala Dunia 2002 adalah kompetisi sepak bola internasional terjelek di sejauh riwayat. Kompetisi itu sarat dengan kasus, dan yang terberat ialah saat laga tuan-rumah Korea Selatan menantang Italia.

Moreno jadi wasit laga set 16 besar itu pada 18 Juni, dan dia betul-betul sanggup mengupayakan langkah untuk menolong Korea mencetak kemenangan. Dia memberikan Korea Selatan penalti polemis di set pertama, yang ditolong oleh penjaga gawang Italia Gianluigi Buffon.

Dia selanjutnya membatalkan gol dari Damiano Tommasi karena offside, walau terang pemain itu ada dalam status syah. Moreno memberinya kartu kuning ke-2  ke Francesco Totti karena dipandang lakukan diving di tempat penalti Korea Selatan di waktu perpanjangan, walau dari siaran ulangi terang pemain itu dilanggar. Byron Moreno pantas untuk dipandang seperti pahlawan Korea Selatan di kompetisi itu.

Gamal Al-Ghandour

Dan di perempat final, Korea Selatan satu kali lagi mendapatkan keuntungan dari kepimpinan wasit. Ini kali wasit asal Mesir Gamal Al-Ghandour sebagai sutradara dari laga itu. Dia membatalkan 2 gol syah Spanyol di laga itu, dan meremehkan pelanggaran-pelanggaran keras yang sudah dilakukan oleh pemain Korea Selatan. Pada akhirnya Korea Selatan meraih kemenangan dengan score 5-3 untuk capai semi-final.

Tom Henning Ovrebo

Ovrebo terang sebagai wasit yang disebut lawan kekal penggemar Chelsea. Dia pimpin laga putaran kedua semi-final Liga Champions di antara Chelsea dan Barcelona pada 6 Mei 2009, yang usai seimbang 1-1.

Di laga itu Ovrebo tidak terhitung berapakah kali meremehkan pelanggaran yang sudah dilakukan pemain Barcelona di kotak penalti. Dan seakan ingin membenahi kekeliruannya dan tidak mau dipandang berpihak Barcelona, dia menyingkirkan Eric Abidal yang serupa sekali tidak lakukan pelanggaran pada Nicolas Anelka. Sesudah beberapa kekeliruan besar, Ovrebo terserang secara verbal oleh beberapa pemain Chelsea, terhitung Didier Drogba, José Bosingwa dan Michael Ballack.