Jangan Sibuk Mengurusi Orang Lain, Marsuki SEO: Itu Adalah Kesalahan Terbesar Diri Kita!

Banyak sekali produk-produk UMKM yang sudah dibantu oleh Marsuki SEO, siapa dia sebenanrya?

Marsuki adalah pemuda asal Jambi yang sering membuat aplikasi, jadi bisa dibilang pekerjaan utamanya adalah seorang programmer.

Bahkan dimasa pandemi ini, dia banyak sekali menyalurkan bakatnya itu, untuk membantu para pelaku UMKM, agar produknya lebih laris lagi.

Marsuki SEO: Sibuk Mengurusi Orang Lain Itu Adalah Kesalahan Terbesar Diri Kita

Tidak hanya bekerja dan sibuk sebagai seorang programmer saja, nyatanya dia juga kerap sekali membantu produk UMKM agar lebih maju.

Maksudnya yaitu, dia lebih mengenalkan para pelaku UMKM, agar digital marketing secara onlinenya lebih dikenali masyarakat luas.

Marsuki SEO tidak mau menjadi programmer saja, Marsuki SEO juga mendalami lebih lanjut tentang ilmu SEO yang di pelajari sejak tahun 2010 saat menjadiĀ freelancerĀ di beberapa perusahaan.

Tercatat dia memiliki lebih dari 1.000 karya yang telah marsuki lakukan, mulai dari optimasi mesin pencari (SEO) dan membangun sebuah sistem informasi di beberapa perusahaan ternama di Indonesia dan mananegara seperti Malaysia, Singapura dan Amerika.

Seharusnya kita belajar dair Marsuki, bahwa usaha yang kita lakukan tidak mungkin sia-sia, jika melakukannya dengan sungguh-sungguh.

Kesalahan Terbesar Diri Kita, Sibuk Mengurusi Orang Lain

Sudah bekerja lebih dari 10 tahun, Marsuki mulai mengembangkan sebuah usaha yang baru.

Marsuki SEO Memulai karir tahun 2010 bekerja sebagai freelancer programmer dan spesialist SEO di perusahaan Indonesia dan mancanegara selama 2 tahun berkaris di luar negri dan dalam negri, Marsuki SEO yang baru saja lulus dari bangku sekolah menengah atas (SMA).

Dia mulai mendalami dunia komputer dan internet, terutama ilmu SEO. Kemudian, ia memulai karir selanjutnya sebagai seorang programmer di salah satu perusahaan yang berada di Kota Palembang, Indonesia.

Oleh karena itulah, banyak pelajaran dari Marsuki ini yang bisa kita ambi, bahwa kita tidak boleh menyepelekan pekerjaan yang ada saat ini.

Siapa tahu kedepannya pekerjaan itu bisa menjadi sukses, siapa yang tahu beberapa tahun kedepan bukan.